Insulasi atap merupakan lapisan khusus yang ditempatkan di bagian bawah atap untuk mengurangi panas matahari. Tanpa lapisan ini, panas mudah menembus genteng dan memengaruhi udara di dalam ruangan. Akibatnya, suhu ruangan bisa naik 4–6 derajat Celcius di atas temperature nyaman. Jika memasang insulasi berkualitas, panas akan dipantulkan kembali ke luar sehingga ruangan tetap sejuk.
Bahan Insulasi Atap Modern Paling Sering Dipakai
Ada berbagai pilihan insulasi modern yang dirancang untuk menahan panas, mengurangi kebisingan dan lain sebagainya. Untuk membantu memilih jenis yang tepat sesuai kebutuhan rumah, berikut beberapa bahan insulasi untuk atap modern yang paling sering dipakai.
- Aluminium Foil Multilayer
Lembaran aluminium foil tipis bukan sekadar kertas logam. Produk baru menambahkan lapisan polyethylene atau bubble antar dua lembar foil. Maka, konduksi dan radiasi akan tertahan bersamaan. Material ini ringan, mudah digulung, serta mampu memantulkan hingga 97 % radiasi panas.
- Glass Wool Bertekstur Padat
Serat fiberglass yang dirajut rapat menahan konduksi panas sekaligus meredam suara hujan. Kelemahannya, butuh sarung tangan kulit saat pemasangan karena seratnya membuat gatal. Namun, daya hambat panasnya awet hingga 20 tahun.
- Polyurethane Spray Foam
Busa semprot yang mengembang 30 kali volume cairannya ini mengisi celah kecil di mana pun ada sirkulasi udara panas. Setelah keras, maka menjadi monolitik tanpa sambungan sehingga tak ada celah kebocoran panas. Tekanan udaranya yang rapat juga memperkuat struktur atap.
- Panel Styrofoam Berlapis
Styrofoam kini hadir dengan skin aluminium foil di kedua permukaan. Panel insulasi atap ini langsung dijepit pada rangka baja ringan tanpa membebani struktur. Cocok untuk atap datar yang kerap terkena panas terik siang hari.
Cara Kerja Insulasi Pada Atap Mengurangi Panas
Cahaya dari matahari bergerak melalui tiga cara, yaitu radiasi, konduksi dan konveksi. Genteng biasanya menyerap panas ke bagian bawah melalui konduksi. Tanpa insulasi, panas itu menyebar ke seluruh ruangan.
Aluminium foil bekerja dengan memantulkan radiasi sebelum mencapai permukaan genteng. Lapisan busa atau serat menahan sisa panas yang masih lolos melalui proses konduksi. Kombinasi kedua bahan ini membantu plafon tetap stabil di sekitar 28 derajat Celcius meski suhu luar mencapai 34 derajat Celcius.
Tanda Rumah Butuh Insulasi
Langit-langit terasa panas disentuh saat siang, AC beroperasi terus tapi suhu ruang sulit turun di bawah 24 derajat Celcius, loteng berubah seperti oven dan listrik naik >25% di musim panas. Jika tiga gejala ini muncul, insulasi atap lama sudah tidak berfungsi maksimal.
Standar Ketahanan Insulasi dari Atap Modern
Produk berkualitas tinggi seperti Enerlife 4 mm mengklaim penurunan suhu hingga 8 derajat Celcius dan umur pakai 25 tahun tanpa penurunan performa. Glass wool tipe RH 60 menahan panas selama 20 tahun asal tidak terkena rembesan air. Polyurethane foam bisa 30 tahun bila lapisan pelindung UV di atas genteng tidak rusak.
Insulasi atap bukan barang mewah, melainkan material yang penting digunakan di daerah tropis. Bahan modern sudah terbukti menurunkan suhu, memangkas biaya listrik dan memperpanjang usia AC.
